Share :  

Berita  |  4 May 2017 - 20:49

PELAKSANAAN PENGABDIAN MASYARAKAT YANG TERMASUK DALAM TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

PELAKSANAAN PENGABDIAN MASYARAKAT YANG TERMASUK DALAM TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

   Perubahan status Akademi Imigrasi menjadi Politeknik Imigrasi membawa perubahan dalam sistem pendidikan yang ada didalamnya. Ketika institusi ini masih bernama Akademi Imigrasi dengan status program diploma III, sistem pendidikan yang diterapkan adalah pengajaran, pelatihan, dan pengasuhan yang sering dikenal dengan sebutan “JARLATSUH” Namun ketika Politeknik Imigrasi diresmikan, maka sistem pengajaran yang diterapkan berubah dan berpacu pada Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan, serta Pengabdian Masyarakat.

   Dalam melaksanakan kegiatan latihan kerja rutin yang dilaksanakan bagi taruna tingkat II, yakni Latja Pura pada tahun 2017 dilaksanakan pula Pengabdian Masyarakat di 8 (delapan) titik diseluruh Indonesia. Tempat pelaksanaan tersebut antara lain : Entikong, Tanjung Balai Asahan (TBA), Sorong, Pati, Kendari, Atambua, Pare-pare, dan Sumbawa besar. Pelaksanaan tersebut telah berhasil disampaikan oleh para Taruna Poltekim angkatan XVIII dengan menyampaikan beberapa materi Kewarganegaraan dan Keimigrasian, sekaligus memperkenalkan Poltekim kepada masyarakat luas di seluruh Indonesia. Kegiatan yang dilaksanakan tersebut dikenal dengan sebutan “Poltekim GOES to School”

   Pengabdian masyarakat pada tahun ini dirasakan sangat bermanfaat karena ditujukan banyak kepada masyarakat luas yang masih banyak belum mengetahui tentang keimigrasian. Tidak hanya terkait hal keimigrasian, bahkan taruna poltekim juga memberikan gambaran mengenai masa depan yang akan mereka hadapi nantinya serta memberikan semangat dan motivasi kepada siswa/i SMA sebagai generasi penerus bangsa. Program ini telah melalui tahap perencanaan yang baik sebelum diaplikasikan dilapangan, sehingga apa yang telah disampaikan mendapat respon yang baik dari pihak sekolah terutama para siswa. Respon positif tersebut terlihat ketika terjalinnya komunikasi dua arah dari Taruna dan siswa. Harapannya, para siswa dapat menjadi generasi penerus bangsa yang berguna bagi NKRI kedepannya serta memahami secara umum terkait hal keimigrasian.

   Pengabdian masyarakat ini pula memiliki tujuan dalam melatih seorang taruna untuk dihadapkan pada masyarakat. Setelah lulus, taruna akan menjadi Aparatur Sipil Negara yang juga memberikan pelayanan prima pada masyarakat. Filosofi dibalik tujuan tersebut adalah interaksi sosial dengan masyarakat. Kelak, taruna akan menjadi kader-kader pemimpin bangsa yang akan meneruskan tugas dan tanggung jawab para pemimpin, untuk itu taruna harus berani dan berilmu pengetahuan tinggi yang bisa diberikan kepada masyarakat nantinya. Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat juga, taruna dapat meningkatkan softskill yang dimiliki. Jika berkaca pada realita yang ada, pendidikan soft skill tentu menjadi kebutuhan urgent dalam dunia pendidikan. Namun untuk mengubah sistem pendidikan juga bukan hal yang mudah. Sudah seharusnya diberikan muatan-muatan pendidikan softskill pada proses pendidikan, namun dapat dilihat bahwa Politeknik Imigrasi selalu menggalakkan hal-hal positif dalam proses pendidikan, sehingga kelak Politeknik Imigrasi siap menghasilkan output yang berkualitas dan bernilai dalam menjalankan tugasnya sebagai Pejabat Imigrasi.

 

JAYA TERUS POLTEKIM ! SALAM PEMBAHARUAN, KAMI PASTI !

 

Oleh :

Taruna Tingkat II Politeknik Imigrasi angkatan XVIII

M Iqbal Romzah