Share :  

Berita  |  4 October 2016 - 18:50

The 20th ASEAN Directors General Of Immigration Departements And Head Of Consular Affairs Divisions Of Ministries Of Foreign Affairs (20th DGICM)

The 20th ASEAN Directors General Of Immigration Departements And Head Of Consular Affairs Divisions Of Ministries Of Foreign Affairs (20th DGICM)

Indonesia patut bangga atas terpilihnya sebagai tuan rumah pertemuan Direktur Jenderal dan Forum Intelijen Keimigrasian se-ASEAN, Kegiatan ini merupakan event tahunan yang diikuti Para Direktur Jenderal dan Kepala Urusan Kekonsuleran Negara-Negara ASEAN dan Australia, Negara yang mengirimkan delegasinya antara lain adalah Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand, Brunei Darrusalam, Vietnam, dan Sekretaris ASEAN. Delegasi Myanmar tidak hadir, sementara acara ini menghadirkan delegasi dari Australia untuk melakukan diskusi. Indonesia menjadi tuan rumah setelah sebelumnya pada tahun 2015 lalu diselenggarakan di Kamboja.

Pertemuan yang bertajuk “The Twelfth Asean Immigration Intelligence Forum (12 Th AIIF),The Twentieth Asean Directors-General Of Immigration Department And Heads Of Consular Affairs Divisions Of Ministries Of Foreign Affairs (20th DGICM) The Twelfth DGICM + Australia Consultation (12th Dgicm + Australia)” diselenggarakan pada 20 – 23 September 2016 di Bali, Indonesia.

Yasonna yang didampingi Gubernur Bali Made Mangku Pastika dan Dirjen Imigrasi Kemenhumkam Rony F. Sompie menyambut para delegasi dari seluruh negara ASEAN dalam acara tersebut, hingga Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly membuka secara resmi pertemuan Direktur Jenderal Imigrasi se ASEAN di Hotel Discovery Kartika Plaza, Kuta, Badung, Rabu (21/9/2016). Selain pertemuan antar dirjen imigrasi se ASEAN, dalam kesempatan kali ini juga terselenggara Forum Intelijen Keimigrasian ASEAN bertajuk 12th ASEAN Immigration Intelligent Forum (AIIF) yang merupakan bagian dari DGICM.

 

Menkumham juga menyampaikan bahwa pertemuan ini membahas dua isu penting, yakni Kerjasama regional pencegahan terjadinya permasalahan Foreign Terrorist Fighter (FTF) dan Kerjasama regional pendeteksian dini imigran ilegal terkait dengan kejahatan transnasional. Selain itu juga ada beberapa hal yang mencuat dalam pembicaraan pada forum ini, antara lain sebagai berikut :

Pencegahan terhadap kejahatan terorisme di wilayah Asia Tenggara

Pencegahan atas kejahatan dalam bidang keimigrasian, yakni pemalsuan dokumen dan pelanggaran izin tinggal

Perdagangan dan Penyelundupan Manusia

serta Keamanan Perbatasan dan Check Point

 

Di era digital ini, tidak heran jika banyak terjadi kejahatan transnasional yang disebabkan oleh kurangnya pengawasan sistem imigrasi pada suatu negara, mengingat masalah keimigrasian selalu menjadi tantangan tersendiri bagi suatu negara yang menyangkut tentang masyarakat serta hubungan baik antar negera. Hal negatif jika dilihat pada dampak yang ditimbulkan dari kejahatan transnasional, seperti perdagangan manusia, perdagangan narkoba, pencucian uang, penyelundupan manusia, korupsi maupun terorisme. Maka dari itu sangat diperlukan penanggulangan, pencegahan, serta pendeteksian dini atas kemungkinan yang akan terjadi terkait hal kejahatan transnasional tersebut.

Melalui pertemuan ini, Menteri Hukum dan HAM berharap agar delegasi yang diselenggarakan dapat bermanfaat dengan saling bertukar ilmu dan pengalaman tentang manajemen imigrasi yang baik serta memperkuat kerja sama antar Dirjen Imigrasi se ASEAN.



Oleh :

Taruna Tingkat II Politeknik Imigrasi angkatan XVIII

M Iqbal Romzah